Berhenti Menunggu Disuapi: Saatnya Menjadi Bangsa Petarung, Bukan Pengemis
Selama puluhan tahun, kita terjebak dalam pola pikir yang mematikan: "Apa yang bisa negara berikan untuk makan saya hari ini?" Padahal, pertanyaan yang seharusnya menggema di setiap kepala adalah, "Keahlian apa yang harus saya kuasai agar keluarga saya tidak lagi bergantung pada bantuan?" Program makan gratis atau bantuan konsumsilainnya mungkin terlihat manis di permukaan, namun jika diberikan tanpa batas dan kriteria yang ketat, ia bertindak seperti candu. Ia memanjakan fisik, namun melumpuhkan mental. Ia menciptakan rakyat yang lemah, yang insting bertahan hidupnya tumpul karena terbiasa disuapi. Mentalitas "Ikan" vs Mentalitas "Pancing" Memberi makan gratis kepada mereka yang masih mampu bekerja adalah penghinaan terhadap martabat manusia. Jalan menuju bangsa yang maju bukanlah melalui dapur umum nasional yang menyedot triliunan rupiah pajak rakyat, melainkan melalui kawah candradimuka pelatihan kerja. Kita tidak butuh rakyat yang antre na...