Lelah & Sabar Palsu
Ada momen di mana tubuh sudah lelah, pikiran penat, anak rewel tanpa henti… lalu datang “nasihat sabar” dari orang yang bahkan tidak pernah merasakan begadang, tidak pernah menenangkan tangisan anak, karena anak-anaknya dititipkan ke nenek atau baby sitter.
Di titik itu, wajar sekali kalau hati ingin meledak, bahkan ingin berkata kasar.
Sebab sabar itu tidak bisa hanya diajarkan lewat teori, apalagi oleh mereka yang tidak pernah turun langsung. Sabar yang sejati lahir dari pengalaman, dari peluh, dari air mata, dari malam-malam panjang menahan kantuk demi anak. Bukan dari mulut manis yang hanya bisa memberi petuah tanpa rasa.
“Kadang yang paling pandai mengajar sabar, justru yang paling jarang diuji sabar.”
Komentar
Posting Komentar