Kesederhanaan dalam Shalat
Shalat bukanlah tentang seberapa panjang bacaan, atau seindah apa pakaian yang dikenakan. Rasulullah ﷺ justru mencontohkan kesederhanaan: gerakan yang tenang, bacaan yang sesuai kemampuan, dan hati yang khusyuk. Kesederhanaan tidak berarti asal-asalan, melainkan menjaga inti ibadah:
- Niat lurus hanya untuk Allah.
- Gerakan tenang dan tuma’ninah.
- Bacaan secukupnya, sesuai kemampuan.
- Hati yang hadir lebih dari sekadar lisan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik amal adalah yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga mencontohkan membaca surat-surat pendek dalam shalat fardhu agar tidak memberatkan umat (HR. Bukhari, Muslim). Itu adalah bentuk kasih sayang dan kesederhanaan.
Maka, sederhana dalam shalat adalah kembali ke inti: berdiri di hadapan Allah dengan hati yang tunduk.
Komentar
Posting Komentar