Kamis, 25 Juni 2026

Terima kasih kakak untuk Nilai Rapot dan TKA

Di usia 41 tahun, tenaga memang tidak lagi seperti dulu. Kadang masih harus mengejar balita, memikirkan pekerjaan, dan menghadapi berbagai tanggung jawab hidup

Karena itu, hari ini saya merasa sangat bersyukur dan bangga.

Anak laki-laki saya berhasil meraih nilai yang nyaris sempurna, mendekati angka 100, baik pada TKA maupun rapornya.

Bagi sebagian orang mungkin ini hanya angka. Namun bagi saya, di balik pencapaian tersebut ada kerja keras, disiplin, ketekunan, doa, dan perjuangan yang tidak terlihat oleh banyak orang.

Nak, jangan jadikan hasil ini sebagai alasan untuk berpuas diri, tetapi sebagai bukti bahwa kesungguhan dan tanggung jawab akan selalu membuahkan hasil. Tetap rendah hati, terus belajar, dan jangan pernah berhenti menjadi pribadi yang baik.

Sebagai ayah, saya sadar tidak semua hal bisa saya berikan. Namun melihatmu bertumbuh, berjuang, dan meraih prestasi yang luar biasa adalah kebahagiaan yang sulit diukur dengan apa pun.

Hari ini hati seorang ayah penuh syukur.

Nilai mendekati 100 bukan sekadar prestasi, tetapi bukti bahwa mimpi besar dimulai dari usaha yang dilakukan setiap hari.

Terima kasih, Nak. Kamu membuat Ayah bangga. ❤️

Senin, 01 Juni 2026

Refleksi menjelang usia empat puluh satu

Dua puluh satu tahun telah berlalu sejak kecelakaan hebat yang mengubah arah hidupku. Peristiwa itu bukan sekadar sebuah kejadian yang tercatat dalam ingatan, tetapi menjadi titik balik yang membentuk banyak keputusan, langkah, dan cara pandangku terhadap kehidupan.

Tak terasa, kini usia mendekati 41 tahun. Jika melihat perjalanan ini dari ukuran yang sering digunakan banyak orang, mungkin aku tidak memiliki pengalaman kerja yang panjang atau pencapaian yang berderet. Namun kehidupan ternyata memiliki cara lain untuk mendidik dan membentuk seseorang.

Selama bertahun-tahun, aku belajar menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan. Aku belajar menghadapi kehilangan, keterbatasan, ketidakpastian, dan perubahan yang datang tanpa diundang. Dari semua itu, aku memahami bahwa hidup bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga tentang bagaimana ia mampu bertahan ketika langkahnya terhambat.

Kecelakaan itu meninggalkan bekas yang tak sepenuhnya hilang. Namun seiring waktu, aku menyadari bahwa bekas tersebut bukan hanya pengingat tentang apa yang pernah terjadi, melainkan juga bukti bahwa aku masih ada, masih bertahan, dan masih terus berjalan.

Menjelang usia 41, aku tidak ingin terlalu sibuk membandingkan perjalanan hidupku dengan orang lain. Setiap orang memiliki medan dan waktunya masing-masing. Yang ingin kusyukuri adalah kesempatan untuk terus belajar, bertumbuh, dan menjalani hidup dengan lebih bijaksana daripada kemarin.

Karena pada akhirnya, nilai sebuah perjalanan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya pencapaian yang terlihat, melainkan oleh kekuatan untuk tetap melangkah meski jalan hidup pernah berubah arah secara tiba-tiba. Dan selama masih diberi waktu, perjalanan itu belum selesai. Masih ada halaman-halaman berikutnya yang menunggu untuk ditulis.

Rabu, 22 April 2026

Masa Lalu dan Masa Depan

Saya tidak selalu terpaku pada masa lalu, dan juga tidak senantiasa berfokus pada masa depan, karena keduanya memiliki keterkaitan yang erat.

Apabila seseorang terlalu berorientasi pada masa depan, ia berpotensi melupakan masa lalu. Akibatnya, kenangan akan perjuangan bersama, termasuk rekan-rekan yang dahulu memberikan semangat di saat sedih, sulit, dan penuh tantangan, dapat memudar bahkan terlupakan.

Sebaliknya, apabila seseorang hanya terpaku pada masa lalu tanpa memandang masa depan, ia tidak akan memiliki gambaran yang jelas mengenai arah kehidupan yang akan dijalani. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian dalam menghadapi apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Kamis, 16 Januari 2025

Senja di Sudut Malam

Senja menggantung di sudut kelam, sinarnya redup, seolah malu menyentuh gelap yang merajai. Langit, yang dulunya biru cerah, kini merona tembaga, perlahan tersapu oleh bayang malam. Dalam keheningan itu, waktu terasa membeku, menyisakan perasaan hampa yang bergulir lambat. Cahaya terakhir melarikan diri, meninggalkan sudut-sudut yang semakin suram, di mana bisik angin dan bayangan bersekutu menciptakan puisi kelam yang tak berakhir.

Bahu yang Menopang Dunia: Untuk Ibu yang Luar Biasa

Jika ada orang yang paling mengerti arti ketangguhan sejati, itu adalah Ibuku. Melihat bagaimana beliau melangkah dalam hidup—menghadapi ...