Tak terasa, kini usia mendekati 41 tahun. Jika melihat perjalanan ini dari ukuran yang sering digunakan banyak orang, mungkin aku tidak memiliki pengalaman kerja yang panjang atau pencapaian yang berderet. Namun kehidupan ternyata memiliki cara lain untuk mendidik dan membentuk seseorang.
Selama bertahun-tahun, aku belajar menerima kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan. Aku belajar menghadapi kehilangan, keterbatasan, ketidakpastian, dan perubahan yang datang tanpa diundang. Dari semua itu, aku memahami bahwa hidup bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga tentang bagaimana ia mampu bertahan ketika langkahnya terhambat.
Kecelakaan itu meninggalkan bekas yang tak sepenuhnya hilang. Namun seiring waktu, aku menyadari bahwa bekas tersebut bukan hanya pengingat tentang apa yang pernah terjadi, melainkan juga bukti bahwa aku masih ada, masih bertahan, dan masih terus berjalan.
Menjelang usia 41, aku tidak ingin terlalu sibuk membandingkan perjalanan hidupku dengan orang lain. Setiap orang memiliki medan dan waktunya masing-masing. Yang ingin kusyukuri adalah kesempatan untuk terus belajar, bertumbuh, dan menjalani hidup dengan lebih bijaksana daripada kemarin.
Karena pada akhirnya, nilai sebuah perjalanan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya pencapaian yang terlihat, melainkan oleh kekuatan untuk tetap melangkah meski jalan hidup pernah berubah arah secara tiba-tiba. Dan selama masih diberi waktu, perjalanan itu belum selesai. Masih ada halaman-halaman berikutnya yang menunggu untuk ditulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar